guru idola saya

Nama : mahzummi zundana
Nim    : 0101.22.0024
Prodi  : tarbiyah, pendidikan agama islam pagi
Semester : 3
Judul : kelembutan dibalik ketegasan

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena sebesar apapun jasanya tidak ada tanda jasa yang guru terima. Tidak ada pangkat bintang, major, kopral ataupun pangkat-pangkat lainnya. Guru juga merupakan orang tua ke dua bagi kita, karena saat di sekolah merekalah yang membimbing, menjaga, menegur kita selama kita bersekolah.  

Menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah, karena seorang guru harus mengenali lebih jauh seorang anak agar guru mendapatkan cara yang tepat dalam menyampaikan suatu pembelajaran. Ilmu yang di sampaikan oleh guru pun harus benar dan yang dapat membuat siswa menjadi lebih pintar dan kepribadiannya lebih baik dari sebelumnya. Selain dari ilmu itu sendiri yang harus benar, guru pun harus bisa menyampaikannya dengan baik, jangan sampai membuat murid mereka menjadi bingung dan tidak menyukai pembelajaran tersebut. 

Seorang guru sudah mengajari kita dari bangku tk,SD, SMP, SMA dan seterusnya kita seharusnya mengenang jasa-jasa mereka yang sudah mengajari kita cara menulis, membaca, dll. Yaaa walaupun saya juga sudah lupa nama- nama guru yaaa😅. Walaupun saya banyak lupaa nama guru-guru yang mengajari saya di bangku sekolah ada satu guru yang palinggg saya ingat dulu yaitu guru mts sayaaa. 

Memang sih waktu itu guru mts saya ituu adalah guru terfavorit di mts karena guru ya memang sangat menyenangkan dan hawa-hawa keibuan ya juga sangat terlihat makanya setiap belajar dengan ibuk itu saya jadi teringat dengan ibuk saya di rumah. 

ibuk jumiati begetulah kami memanggilnya dia adalah guru yang mengajari mata pelajaran nahwu pas kami kelas 7. Ibuk jum orang ya lumayan tegas kalau mengajar tetapi saat diluar dia sangat ramah, saya ingat waktu pertama kali saya baru masuk mts ibuk jum membuat tulisan seperti ini “kucing di patahkan halal dimakan” kami tepelongo liat tulisan itu ada yang bilang emang kucing bisa dimakan, ada juga yang bilang harus di apain kata-kata itu. Sampai ibuk jum memberi tahu kan nyaa yang rupanya kucing ya harus di patahkan menjadi “kacang di patah kan halal di makan” di sana kami langsung bilang “oooo”, dan disitulah ibuk jum memukul papan tulis nya dan bilang dari tadi diajarin gk ada yg paham begitu lalu ibuk itu keluar dari kelas tetapi tidak lama kemudian ibuk jum masuk kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran. 

Tapi di balik ketegasan ya ibuk jum sebenarnya orang ya sangat baikk dan ramah .walaupun dalam mengajar dia tegas tetapi di luar dia sangat ramah. Makanya banyak murid-murid yang menyukai nya. Dan menjadi guru tefavorit yang sangat lamaaa. 

Oh yaaa biar tidak penasaran tentang ibuk jum saya akan perlihatkan fotonyaaa

Sampai disini saja yang bisa saya tulis karena yaaa Cuma segitu saja yang bisa saya ingat wkwkw, 
Saya akhirri Wassalammualaikum wr.wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IAITF DUMAI